BKK Kelas I Jayapura Melakukan Deteksi Dini & Pengendalian Faktor Risiko Penyakit di PLBN Skouw

Oleh Administrator
Minggu, 05 Oktober 2025 00:07
Dibaca 232 kali

BKK Kelas I Jayapura Melakukan Deteksi Dini & Pengendalian Faktor Risiko Penyakit di PLBN Skouw


Pendahuluan

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Jayapura terus berkomitmen menjaga kesehatan masyarakat termasuk di wilayah perbatasan negara. Salah satu langkah nyata adalah pelaksanaan kegiatan Deteksi Dini dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit yang diselenggarakan di PLBN Skouw pada bulan September 2025.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan petugas BKK Jayapura yang ada di Wilker PLBN Skouw, tetapi juga berkolaborasi dengan Puskesmas Skouw Mabo dengan sasaran seluruh stakeholder dan masyarakat yang ada di wilayah perbatasan.

Deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular sangat penting dilakukan, mengingat wilayah perbatasan merupakan pintu keluar masuk orang dan barang yang berpotensi menjadi tempat penularan penyakit.

Tujuan

Deteksi dini faktor risiko penyakit merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan:

  1. Mengetahui kondisi kesehatan masyarakat di kawasan PLBN Skouw.
  2. Pencegahan dan pengendalian dini penyakit menular dan tidak menular.
  3. Memberikan edukasi kesehatan agar masyarakat lebih peduli terhadap pola hidup sehat.
  4. Melakukan tindak lanjut pengobatan bagi peserta yang terindikasi memiliki penyakit tertentu.

Metode

Kegiatan deteksi faktor risiko penyakit diikuti oleh 50 orang yang terdiri dari stakeholder yang bekerja di wilayah perbatasan serta masyarakat umum yang ada di perbatasan. Pengunjung terdiri dari 37 laki-laki dan 13 perempuan dengan rentang usia 16–60 tahun dengan tahapan pemeriksaan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik : berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah.
  • Konseling kesehatan dan anamnesa penyakit.
  • Pemeriksaan penyakit tidak menular: asam urat, gula darah, dan kolesterol.
  • Pemeriksaan penyakit menular: malaria, tuberkulosis (TB), HIV, dan sifilis.
  • Edukasi kesehatan sebelum pemeriksaan.
  • Pengobatan dan rujukan bagi peserta dengan hasil pemeriksaan reaktif atau berisiko.

Hasil Kegiatan

Dari pemeriksaan yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:

• Penyakit Tidak Menular

  • Hipertensi: 8 orang
  • Hiperurisemia (asam urat tinggi): 7 orang
  • Hiperkolesterol (kolesterol tinggi) : 2 orang
  • Hiperglikemia (gula darah tinggi): 4 orang

• Penyakit Menular

  • Malaria: tidak ditemukan kasus
  • Tuberkulosis (TB): tidak ditemukan kasus
  • HIV: tidak ditemukan kasus
  • Sifilis: 1 orang reaktif

Bagi peserta yang hasilnya reaktif sifilis, langsung diberikan tindak lanjut pengobatan di Puskesmas Skouw Mabo. Selain itu, peserta dengan penyakit tidak menular selain dilakukan pengobatan juga diberi edukasi mengenai pola makan sehat, olahraga, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kesimpulan

Pelaksanaan kegiatan Deteksi Dini dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit di PLBN Skouw berhasil mengidentifikasi adanya faktor risiko penyakit tidak menular dan satu kasus penyakit menular (Sifilis). Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat masih perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Rekomendasi

  1. Masyarakat diharapkan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal 6 bulan sekali.
  2. Stakeholder perbatasan agar terus mendukung kegiatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.
  3. Kolaborasi lintas sektor seperti BKK Jayapura, Puskesmas Skouw Mabo, dan instansi lain di PLBN Skouw perlu terus diperkuat untuk mencegah penyebaran penyakit.
  4. Edukasi dan sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat harus terus dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat perbatasan.