Mengenal dan Mencegah Penyakit Legionellosis

Oleh Administrator
Selasa, 23 September 2025 01:00
Dibaca 686 kali

Mengenal dan Mencegah Penyakit Legionellosis

Penulis: Mina Sipayung, SKM, M.Kes

Legionellosis adalah infeksi bakteri akibat menghirup aerosol air yang mengandung bakteri Legionella Pneumophila, yang menyebabkan penyakit pernapasan seperti pneumonia parah (Penyakit Legionnaires) atau bentuk yang lebih ringan (Demam Pontiac). Legionella banyak ditemukan di lingkungan perairan hangat dan lembab, seperti menara pendingin, bak air panas, dan tangki air hangat. Berkaitan dengan faktor risiko dari sumber air buatan yang tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin (air perpipaan, AC, kolam renang, cooling tower, air mancur, shower, sprinkle fan, dispenser dan lainnya).

Gejala awal menyerupai flu yaitu sakit kepala, demam ringan hingga demam tinggi (40°C atau lebih), dan nyeri otot. Jika berkembang menjadi Penyakit Legionnaires, gejala dapat meliputi batuk dan gejala yang terkait dengan pneumonia. Gejala Lain: Beberapa penderita juga mengalami diare dan kebingungan. Masa Inkubasi: Gejala biasanya muncul 2 hingga 10 hari setelah terpapar bakteri.

Cara Penularan. Bakteri legionella ditemukan secara alami di lingkungan berair. Bakteri ini tumbuh paling baik pada bak mandi air panas, humidifier (pelembap udara), pusaran air spa, pancuran air dan kran serta menara pendingin tangki air panas, sistem perpipaan besar, atau bagian dari sistem pendingin udara (AC), di gedung-gedung besar yang tidak dibersihkan dengan benar. Penyakit ini ditularkan ketika seseorang terhirup aerosol (partikel air halus) atau tertelan partikel yang terkontaminasi bakteri Legionella. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit pneumonia.

Pada Minggu Epidemiologi ke-26 (M26) 2025, Indonesia mengkonfirmasi satu kasus penyakit Legionellosis di Kepulauan Riau. Penyakit Legionellosis dapat dicegah dengan berfokus pada kontrol pertumbuhan bakteri Legionella di sistem perairan.

Upaya pencegahan penyakit Legionellosis dapat dicegah dengan berfokus pada kontrol pertumbuhan bakteri untuk menekan pertumbuhan bakteri Legionella Pneumophila serta dekontaminasi aerosol. Upaya pengendalian ini perlu dipelihara dengan baik serta menjaga kebersihan sistem air. Melakukan inspeksi kesehatan lingkungan secara berkala dan melakukan uji petik (termasuk pemeriksaan Legionellosis dan pelaksanaan water treatment) terhadap sumber air minum (Perusahaan Daerah Air Minum [PDAM] atau waduk), fasilitas pelayanan kesehatan, kolam renang, tempat wisata air panas, tempat penginapan, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum lainnya yang berisiko.