Mari Kenali dan Lawan Diabetes

Oleh Administrator
Jumat, 14 November 2025 07:35
Dibaca 102 kali

Hari Diabetes Sedunia diperingati setiap tanggal 14 November. Momen ini adalah pengingat penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit diabetes melitus, sebuah ancaman kesehatan global yang perlu kita pahami dan tangani bersama.

Mengenal Apa Itu Diabetes

Diabetes melitus (DM), atau yang sering disebut penyakit gula, adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi. Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh kita. Untuk bisa masuk ke dalam sel, glukosa memerlukan bantuan hormon insulin, yang diproduksi oleh pankreas.

Ada dua jenis Diabetes, yaitu Diabetes tipe 1 dan Diabetes tipe 2. Pada Diabetes Tipe 1, pankreas sama sekali tidak menghasilkan insulin atau hanya sedikit. Sedangkan pada Diabetes Tipe 2 (jenis yang paling umum), tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin), atau pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup.

Tingginya kadar gula darah yang berkelanjutan dapat merusak saraf, pembuluh darah, dan organ-organ vital, menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, hingga amputasi.

Faktor Risiko Diabetes

Mengenali faktor risiko adalah langkah awal untuk pencegahan. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes (terutama Tipe 2) meliputi:

  • Riwayat Keluarga: Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes.
  • Berat Badan Berlebih/Obesitas: Kelebihan berat badan dan penumpukan lemak, terutama di perut.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup yang kurang gerak.
  • Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 45 tahun.
  • Pola Makan Tidak Sehat: Konsumsi makanan dan minuman manis, tinggi lemak jenuh, dan kurang serat.
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) dan Kadar Kolesterol Tinggi.
  • Riwayat Diabetes Gestasional: Pernah mengalami diabetes saat hamil.

Gejala Umum Diabetes yang Harus Diwaspadai

Diabetes seringkali dijuluki sebagai "silent killer" karena gejalanya bisa samar. Namun, ada beberapa gejala klasik yang perlu Anda kenali:

  • Sering Buang Air Kecil (Poliuria): Terutama di malam hari.
  • Sering Merasa Haus (Polidipsia): Akibat cairan tubuh banyak keluar saat buang air kecil.
  • Sering Merasa Lapar (Polifagia): Meskipun sudah makan, karena glukosa tidak bisa masuk ke sel untuk dijadikan energi.
  • Penurunan Berat Badan yang Tidak Jelas: Meskipun porsi makan normal atau bertambah.
  • Luka Sulit Sembuh.
  • Penglihatan Kabur.
  • Kesemutan atau Mati Rasa pada tangan atau kaki (neuropati).

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala ini, segera periksakan kadar gula darah ke fasilitas kesehatan terdekat!

Pencegahan: Kunci Hidup Sehat Tanpa Diabetes

Berita baiknya, diabetes tipe 2 sangat bisa dicegah atau setidaknya ditunda perkembangannya. Kunci utamanya adalah menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten:

  • Terapkan Pola Makan Gizi Seimbang: Kurangi makanan manis, minuman berpemanis, karbohidrat sederhana, dan makanan olahan. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian utuh (tinggi serat).
  • Pertahankan Berat Badan Ideal: Hitung dan jaga Indeks Massa Tubuh (IMT) Anda.
  • Aktif Bergerak: Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, 5 kali seminggu (misalnya jalan cepat, bersepeda, berenang).
  • Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi kadar gula darah. Lakukan kegiatan relaksasi seperti yoga, meditasi, atau hobi.
  • Tidur Cukup dan Berkualitas.
  • Hentikan Merokok dan Batasi Konsumsi Alkohol.
  • Lakukan Skrining Rutin: Khususnya bagi yang berusia di atas 45 tahun atau memiliki faktor risiko, periksakan gula darah secara berkala.

Pengobatan dan Pengelolaan Diabetes

Pengobatan diabetes bertujuan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah komplikasi. Pengelolaan diabetes biasanya mencakup:

  • Pola Hidup Sehat: Ini adalah pilar utama! Meliputi pengaturan makan dan olahraga teratur.
  • Obat-obatan: Pemberian obat minum penurun gula darah sesuai anjuran dokter.
  • Terapi Insulin: Untuk beberapa kasus, insulin perlu disuntikkan sesuai dosis yang ditentukan.
  • Pemantauan Gula Darah Rutin: Baik secara mandiri maupun melalui tes laboratorium.
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Untuk mendeteksi dan mengelola komplikasi lebih awal (misalnya pemeriksaan mata, kaki, dan ginjal).

Mari jadikan Hari Diabetes Sedunia ini sebagai momentum untuk berkomitmen pada kesehatan diri sendiri dan keluarga. Kenali risikonya, waspadai gejalanya, dan ambil tindakan nyata untuk mencegah diabetes. Diabetes bukan akhir dari segalanya, tetapi memerlukan manajemen seumur hidup dan dukungan dari lingkungan.